Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

KISAH NABI MUSA DENGAN FIRAUN Mengalahkan Penyihir Dan Membelah Laut

http://santripiss.blogspot.com/2017/04/kisah-nabi-musa-dengan-firaun.html

Sungguh Allah telah memberikan mujizat yang luar biasa kepada nabi musa as, Tongkat nabi musa mampu membelah lautan guna membebaskan bani israil dari kemusrikan yang dilakukan oleh Raja mereka yaitu FIR'AUN. Tidak hanya itu Para Penyihir Hebat pun Dikalahkan Nabi Musa A.s.

Mari kita simak riwat Nabi musa dan Fir'aun Laknatullah Dibawah ini.

Allah SWT berfirman “Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat ayatKu, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingatKu” (QS Thaha ayat 42)

Allah memulai dengan menyebut perjalanan hidup Musa a.s dari ayat ini. Allah mengingatkannya terhadap berbagai nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya sejak dahulu supaya dia ingat dan tidak melupakannya, lalu dia akan bersyukur dan tidak mengingkarinya.

Tatkala Nabi Musa dan Nabi Harun berangkat untuk menemui Fir`aun dan masih berada ditengah perjalanan Allah memberikan pesan pembekalan etika dalam berdakwah kepada mereka berdua. Allah SWT berfirman “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir`aun) dengan kata kata yang lemah lembut, mudah mudahan ia menjadi ingat atau takut (QS Thaha ayat 44)

Waspada dan berhati hatilah kamu berdua dari orang yang keji ini. Berbicaralah kepadanya dengan lemah lembut, dan pakailah tata cara berbicara yang mudah diterima.

Padahal Allah SWT telah mengetahui bahwa Fir`aun tidak akan beriman dan ia termasuk penghuni api neraka. Jadi mengapa? Allah SWT berfirman “Kalau sekiranya Allah mengetahui adanya kebaikan di dalam diri mereka, tentulah Allah akan menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah dapat menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling juga, sedangan mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengarkan itu) (QS Al Anfal ayat 23)

Ditengah perjalanan dan dalam keadaan dirinya yang merinding, karena disana berhadapan dengan pedang pedang terhunus,tombak dan bala tentara lengkap dengan persenjataanya, disana ada juga Fir`aun, Haman, dan Qorun maka Musa dan saudaranya Harun berkata “Wahai Rabb kami,sesungguhnya kami khawatir kalau ia segera akan menyiksa kami atau justru akan bertambah melampaui batas” (QS Thaha ayat 45)

Maksudnya adalah dengan melihat kami serta merta Fir`aun akan menyiksa kami atau berlaku curang dan melampaui batas dalam memberikan hukuman. Maka Allah berfirman”Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Aku mendengar dan melihat” (QS Thaha ayat 46)

Laa ilaha illallah ! kamu berdua berada dalam naunganKu, ilmuKu bersamamu. Bila kamu ada dipadang pasir, Aku senantiasa bersamamu dengan ilmu dan pengetahuanKu.

Allah SWT berfirman”Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dial ah ke empatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dia lah ke enamnya.


Dan tiada pula pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak melinkan Dia ada bersama mereka dimanapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahuan apa yang telah mereka kerjakan kepada mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu” (QS Al Mujadilah ayat 7)

Dan tibalah saatnya Musa a.s bersama Harun a.s berhadapan dengan Fir`aun. Dan berlangsunglah apa yang mesti terjadi yaitu adu hujah dihadapan Fir`aun dan Musa a.s memperlihatkan mukjizat tongkat dan tangannya kepada Fir`aun.

Musa a.s berpikir dan merenung. Akhirnya ia memilih untuk bertanding di lapangan, dihadapan khalayak ramai dan kumpulan orang yang banyak, supaya terbuktilah penentuan yang mengakhiri segalanya; kekalahan ataukah kemenangan di bumi.

Maka kedua belah pihak melakukan perjanjian untuk bertanding pada waktu dhuha di yaumuz zinah (hari perhiasan) yaitu hari perayaan terbesar bagi mereka.

Maka berdatanganlah para tukang sihir dari segala penjuru untuk memenuhi panggilan penguasa pada waktu itu sekaligus “Tuhan” mereka yang tertinggi yaitu Fir`aun. Mereka berbaris dengan bersiap siaga untuk menyergap tongat Nabi Musa a.s dengan kekuatan sihir mereka. Berita tentang tongkat ini telah mereka dengar walaupun mereka belum melihatnya. Mereka mengira kalau tongkat itu seperti tali tali yang mereka miliki.

Musa a.s memilih agar mereka terlebih dahulu melemparkan sihir, baru ia sebagai penutup.Hikmahnya, pilihan ini membuat mereka mengeluarkan segala tipu daya yang mereka miliki, dan mengeluarkan segala muslihat dan kesalahan yang mereka miliki. Kemudian baru Musa a.s datang untuk membinasakan mereka setelah dia mengetahui batas penghabisan dari kekuatan mereka.

Para penyihir pun melemparkan tali tali mereka, dan tali tali itu bergoyang goyang seperti ular. Ini merupakan puncak sihir yang mereka miliki menjadikan tali tali bergoyang dan menyihir penglihatan manusia dengannya.

Akhirnya Musa a.s melemparkan tongkatnya, setelah sebelumnya dia dihinggapi oleh perasaan takut dan was was tatkala dia melihat banyaknya ular ular para tukang sihir. Maka Allah SWT berfirman “ Janganlah merasa takut, sesungguhnya engkau lebih tinggi dan lebih mulia”(QS Thaha ayat 68)

(Maksudnya, kedudukanmu lebih tinggi dan hujjah mu lebih unggul.)

Ketika Musa a.s melemparkan tongkatnya, tongkat Musa a.s pun menelan sihir dan tali tali mereka satu demi satu. Para tukang sihir itu merasa kaget dan shock, karena selama hidup mereka tidak pernah melihat pemandangan sedahsyat ini.Sesungguhnya para tukang sihir ini sudah sangat pakar dalam ilmu sihir. Akan tetapi sepanjang hidup mereka yang habis dengan berbagai urusan mistik dari sihir yang mereka tekuni, belum pernah menyaksikan peristiwa yang terjadi pada hari ini.

Para tukang sihir ini mengetahui kalau apa yang dilakukan Musa a.s itu bukanlah sihir, melainkan mukjizat yang datang dari Allah. Akhirnya para tukang sihir ini merendahkan diri bersujud kepada Allah, Rabbnya Musa dan Harun a.s. Penghabisan yang sangat menyedihkan dan pedih diterima oleh Fir`aun dan para pengikutnya, tatkala semua tipu muslihat dan konspirasi jahat mereka terluluhlantakkan dihadapan mata kepala mereka sendiri.

Manakala pilihan perdebatan gugur,Fir`aun beralih mengambil pilihan terkhir yaitu memilih perang dan menggunan kekuatan militer.Setelah bermusyawarah dengan para menterinya, Fir`aun memerintahkan untuk mengusir Musa a.s dan kaumnya. Mereka melakukan itu agar pengikut ajaran Musa a.s tak lagi bertambah. Disebutkan bahwa Fir`aun keluar dengan ribuan prajurit. Sedangkan Musa a.s hanya bersama Bani Israil yang terdiri dari anak anak,kaum perempuan dan sedikit lelaki. Namun Allah bersama mereka.

Tatkala Musa a.s dan kaumnya sampai di Laut Merah,mereka melihat kabut di langit. Mereka menoleh dan tiba tiba melihat Fir`aun dan bala tentaranya yang telah mendekati keberadaan mereka. Mereka merasa merasa sangat ketakutan dan bingung menghadapi kondisi seperti ini,laut ada di depan mereka sementara Fir`aun dan bala tentaranya berada di belakang mereka. Kemana tempat berlindung ?

Musa telah diajari Allah SWT selama bertahun tahun bahwa Dia akan menolongnya dalam setiap kondisi dan keadaan. Maka hal ini menjadi keyakinan dan akidah yang tertanam kokoh dalam dirinya. Firman Allah “Musa berkata”Sekali kali tidak (Rabbku tidak akan menyia-nyiakanku). Sesungguhnya Rabbku bersamaku,Dia akan menunjukiku” (QS Thaha ayat 62) maksudnya Allah tidak akan menyia-nyiakanku pada akhir perjuangan ini, setelah sebelumnya Dia senantiasa bersamaku.

Musa pun mendekat kelaut, lalu memukulnya,maka laut itu pun terbelah menjadi seperti gunung yang sangat besar dan berhenti mengalir. Sementara Bani Israil menyaksikan pemandangan ini dengan penuh rasa bimbang,takjub dan Terkejut. Musa menyuruh mereka untuk masuk ke dalam laut dan berjalan, setelah Allah menjadikannya jalan yang kering. Mereka pun berjalan, sementara mereka masih dalam kekalutan. Sedangkan Fir`aun mendekat ke laut dan tidak mengikuti Musa dan kaumnya. Ia hanya menyaksikan pemandangan yang sangat asing dan baru pertama kali ia saksikan. Pada mulanya ia merasa ragu dan bimbang.

Sebagian ahli tafsir menyebutkan khabar Israiliyat(riwayat ahli kitab) yang sebenarnya boleh saja kita jadikan sebagai pelajaran karena ia tidak bertentangan dengan teks asli yang ada pada kita namun hanya sebagai kabar. Para ahli tafsir berkata “saat itu kuda milik Fir`un melihat seekor bighal betina dilaut. Ada yang mengatakan kalau bighal betina itu adalah bighal yang dikendarai oleh Jibril. Kuda itu sangat berhasrat kepada bighal betina ini,karena jika kuda melihat bighal betina hasratnya akan bangkit dan bergejolak.

Kuda itu merangsek masuk kelaut bersama Fir`aun, sehingga bala tentaranya pun mengikutinya. Setelah mereka semua masuk dan berada ditengah-tengah laut, mereka menjadi kalut,kacau dan guncang. Akhirnya mereka semua terbunuh, sebagai balasan yang sangat setimpal bagi mereka. Pada masa masa kritis ini Fir`aun mengatakan “Aku beriman bahwa tiada Ilah (yang berhak di sembah) kecuali Illah yang diimani(disembah) oleh Bani Israil” (QS Yunus ayat 90)

Akan tetapi hal itu tidak lagi memberikan arti dan manfaat baginya. Allah berfirman “Sekarang(kamu baru beriman). Sesungguhnya kamu telah melakukan kedurhakaan sebelumnya dan kamu termasuk golongan orang-orang yang berbuat kerusakan (QS Yunus ayat 91).

Laut pun menyemburkannya dalam keadaan bangkai mayat yang tak lagi bernyawa agar menjadi pelajaran bagi orang yang setelahnya,dan agar mereka mengetahui bahwa dia adalah seorang manusia yang lemah dan hina, dan tidak pantas menjadikan dirinya sebagai raja apalagi sebagai Tuhan yang disembah.

Sekian Ulasan Riwayat nabi musa melawan ke zaliman Fir'aun, dapat kita simpulkan riwayat cerita di atas menunjukan betapa Murkanya Allah Kepada Firaun dan di tenggelamkannya Firaun dengan balatentaranya.
Smoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian dan dapat di ambil Hikmahnya.

santripiss 

RAHASIA Nabi Khidir A.S Masih Hidup Sampai Sekarang

http://santripiss.blogspot.com/2017/04/rahasia-nabi-khidir-as-masih-hidup.html

Riwayat nabiyullah khidir dengan raja zulkarnain, Masih hidupnya nabi khidir adalah kehendak allah s.w.t
pada akhir zaman kelak tepatnya kemunculan Dajjal, Nabi khidir diberi tugas oleh allah yang nantinya akan membunuh dajjal dan para pengikut dajjal bersama Nabi Isa A.S.

Santripiss Akan Ulas Tentang Riwayat Nabi khidir diberikan umur panjang oleh allah dibawah ini.


Kisah Nabi Khidir Dan Raja Iskandar Zulkarnain (The Great Alexander) Mencari Mata Air Kehidupan.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ats-Tsa'Labi dari Imam Ali Radliayllahu'anhu.

Kisah bermula dari Raja Iskandar Zulkarnain yang di barat disebut The Great Alexander (Iskandar yang Agung). Sebutan The great diberikan kepada Raja Iskandar Zulkarnain karena beliau adalah seorang kaisar yang mampu menaklukkan dunia barat dan timur. Beliau disegani dan ditakuti orang diseluruh dunia pada jamannya. Walau demikian tidak menjadikan beliau sombong, beliau adalah salah seorang raja yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.



(Kaisar zulkarnain adalah sosok yang taat beribadah, beliau mampu berkomunikasi dengan malaikat. Suatu Keistimewaan yang luar biasa telah allah berikan kepadanya).  

Pada tahun 322SM Raja Iskandar Zulkarnain berjalan di atas bumi ke tepi bumi (istilah ke tepi bumi ini disebut orang sebelum Columbus menemukan Benua Amerika pada tahun 1429, pada saat itu anggapan orang bumi itu tidak bulat). Allah mewakilkan seseorang malaikat yang bernama Rafa'il untuk mendampingi Raja Iskandar Zulkarnain.

Ditengah perjalanan mereka berbincang. Raja Iskandar Zulkarnain berkata kepada malaikat Rafa'il : "Wahai malaikat Rafa'il ceritakanlah kepadaku tentang ibadah para malaikat langit."

Malaikat Rafa'il berkata : "Ibadah para malaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya, ada yang sujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya."

Mendengar keterangan ini raja tercenung. Dalam benaknya timbul keinginan bisa melakukan hal yang sama seperti para malaikat, niatnya hanya satu agar dapat beribadah kepada Allah SWT.

Kemudian Raja berkata:"Alangkah senangnya seandainya aku bisa hidup bertahun-tahun dalam beribadah kepada Allah."

Lalu malaikat Rafa'il berkata : "Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air di bumi, namanya Ainul Hayat yang artinya, sumber air hidup, maka barang siapa meminumnya seteguk, maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia mohon kepada Allah agar supaya dimatikan"

Kemudian raja bertanya kepada malaikat Rafa'il : "Apakah kau tahu tempat Ainul Hayat itu?"

Malaikat Rafa'il menjawab : "Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di bumi yang gelap."

Setelah Raja mendengar keterangan dari malaikat Rafa'il tentang Ainul Hayat, maka raja segera mengumpulkan 'Alim Ulama' pada jaman itu.

Raja bertanya pada mereka tentang Ainul Hayat itu tetapi mereka menjawab : "Kami tidak tahu kabarnya", namun seorang yang alim diantara mereka menjawab : ''Sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat Nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat itu di bumi yang gelap.

"Dimanakah tempat bumi gelap itu?" tanya raja.

Seorang yang alim menjawab : "Yaitu di tempat keluarnya matahari".

Kemudian Raja bersiap-siap untuk mendatangi tempat itu, lalu Raja bertanya kepada sahabatnya : "Kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap?"

Para sahabat menjawab : "Yaitu kuda betina yang perawan."

Kemudian Raja mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang perawan-perawan, lalu raja memilih di antara tentaranya yang sebanyak 6000 orang dipilih yang cendikiawan dan yang ahli mencambuk.

Di antara mereka adalah Nabi Khidir AS, Bahkan beliau menjabat sebagai Perdana Menteri.

Kemudian berjalanlah mereka dan Nabi Khidir AS berjalan di depan pasukannya dan mereka jumpai dalam perjalanan, bahwa tempat keluarnya matahari itu tepat pada arah kiblat.

Kemudian mereka tidak berhenti-henti menempuh perjalanan dalam waktu 12 tahun, sehingga sampai ditepi bumi yang gelap itu, ternyata gelapnya itu memancar seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam.

Kemudian seorang yang sangat cendikiawan mencegah Raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya, berkata ia kepada raja. ”Wahai Raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk tempat yang gelap ini karena tempat yang gelap ini berbahaya.”

Lalu Raja berkata: ” Kita harus memasukinya, tidak boleh tidak.”

Kemudian ketika Raja hendak masuk, maka meraka semua membiarkannya.

Kemudian Raja berkata kepada pasukannya: ”"Diamlah, tunggulah kalian ditempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang pada kalian dalam masa 12 tahun itu, maka kedatanganku dan menunggu kalian termasuk baik, dan jika aku tidak datang sampai 12 tahun, maka pulanglah kembali ke negeri kalian"”.
(Masyallah Sungguh gagah sekali sosok raja seperti ini)

Kemudian raja bertanya kepada Malaikat Rofa'’il: ” Apabila kita melewati tempat yang gelap ini, apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita ?”.

“Tidak bisa kelihatan”,jawab malaikat Rofa'’il,” akan tetapi aku memberimu sebuah mutiara, jika merjan itu ke atas bumi, maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras, dengan demikian maka kawan- kawan kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian.”

Kemudian Raja Iskandar Dzul Qurnain masuk ke tempat yang gelap itu bersama sekelompok pasukannya, mereka berjalan di tempat yang gelap itu selama 18 hari tidak pernah melihat matahari dan bulan, tidak pernah melihat malam dan siang, tidak pernah melihat burung dan binatang liar, sedangkan raja berjalan dengan didampingi oleh Nabi Khidlir AS.

Di saat mereka berjalan, maka Allah SWT memberi wahyu keapda Nabi Khidlir AS, ”"Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat ini Aku khususkan untuk kamu".

Setelah Nabi Khidlir menerima wahyu tersebut, kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya: “ Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian. ”

Kemudian beliau berjalan menuju ke sebelah kanan jurang, maka didapatilah oleh beliau sebuah Ainul Hayat yang dicarinya itu. Kemudian Nabi Khidlir A.S turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun ke “Ainul Hayat” (sumber air kehidupan) tersebut, dan beliau terus mandi dan minum sumber air kehidupan tersebut, maka dirasakan oleh beliau airnya lebih manis daripada madu.

Setelah beliau mandi dan minum Ainul hayat tersebut, kemudian beliau keluar dari tempat Ainul Hayat itu terus menemui Raja Iskandar Dzulkarnain, sedangkan raja tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Nabi
Khidlir AS, tentang melihat Ainul Hayat dan mandi.

Demikianlah sesungguhnya yang bermaksud mencari Ainul Hayat adalah Raja Zulkarnain, tetapi Allah berkehendak lain, Yang mendapat anugerah Allah untuk hidup lama adalah Nabi Khidir AS.

Menurut riwayat yang diceritakan oleh Wahab bin Munabbah, dia berkata, bahwa Nabi Khidlir AS adalah anak dari bibi Raja Iskandar Dzul Qarnain. Dan raja Iskandar Dzulkarnain keliling di dalam tempat yang gelap itu selama 40 hari, tiba-tiba tampak oleh Raja sinar seperti kilat, maka terlihat oleh Raja, bumi yang berpasir merah dan terdengar oleh raja suara gemercik di bawah kaki kuda,

Kemudian Raja bertanya kepada Malaikat Rafa'il: "suara apakah yang gemericik dibawah kaki kuda?"

Malaikat Rafa'il menjawab : “Gemercik ini adalah suara benda apabila seseorang mengambilnya, niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambilnya, niscaya ia akan menyesal juga. ”

Kemudian di antara pasukan ada yang membawanya namun sedikit, setelah mereka keluar dari tempat yang gelap itu, ternyata bahwa benda tersebut adalah yakut yang berwarna merah dan jambrut yang berwarna hijau, maka menyesallah pasukan yang mengambil itu karena mengambilnya hanya sedikit, demikianlah pula pasukan yang tidak mengambilnya, bahkan lebih menyesal lagi, kenapa mereka begitu bodoh tidak mengambil permata yang mahal harganya itu.

Semoga Bermanfaat bagi para pembaca sekalian. dan menjadi motivasi bagi anda untuk meningkatkan amal kita di dunia yang sudah tua ini.

Santripiss 

3 Tanda Alam Kemunculan Dajjal Dan Tempat Keluarnya Dajjal


kemunculan dajjal dan munculnya dajjal akan terjadi fitnah dajjal

Segala puji bagi Allah pemberi berbagai macam nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Pada kesempatan kali ini Santripiss Akan Sedikit Mengulas Tentang Dajjal Makhluk pertanda akhir zaman yang ramai dibicarakan kemunculannya.

Dajjal Menurut islam Adalah Makhluk yang nantinya akan menyebarkan Fitnah besar dimuka bumi (Fitnah Dajjal). Kehadirannya menjadi tanda akhir zaman sekaligus menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat, dan akan mulai tinggal menunggu waktu terjadi kiamat besar (Kiamat Qubro).

Keberadaan dan kemunculan makhluk bermata satu ini atau di jidatnya bertuliskan (kaf, fa, ro) diimani oleh umat Islam. Namun tidak ada yang mengetahui pasti dimana keberadaannya kini, serta kapan Dajjal akan keluar dari persembunyiannya. Namun Nabi Muhammad SAW sudah mengabarkan tanda-tanda alam saat Dajjal akan muncul dan membuat kerusakan di bumi.

Dan tanda tanda itu perlahan sudah mulai tampak. Ini menjadi peringatan bagi kaum mukmin untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan agar terhindar dari fitnahnya. Apa saja tanda alam tersebut? Berikut ulasannya.

1. Menyusutnya Danau Tiberias
Salah satu fenomena alam yang menandai kemunculan Dajjal adalah menyusutnya Danau Tiberias. Secara geografis wilayahnya terletak di Palestina dan Suriah, namun saat ini sudah dikuasai oleh Israel. Sungai yang disebut juga dengan sungai Galilee.

Ironisnya, sungai ini debitnya sekarang kian menyusut. Hal ini disebabkan karena rendahnya curah hujan di wilayah tersebut, serta populasi warga Israel yang justru mengalami peningkatan. Hal ini tentu bukan menjadi bencana bagi warga Israel saja. Namun juga umat Islam, pasalnya dengan keringnya Danau Tiberias, menjadi tanda bahwa sosok yang tidak diinginkan akan segera muncul. Yaitu Dajjal laknatullah.

Hadist Riwayat Muslim dari Fatimah binti Qais bahwa beliau radhiallahu 'anhu berkata bahwa seorang yang bernama Tamim ad-Dari mendatangi Nabi menceritakan tentang pertemuannya dengan Dajjal. Tamim berlayar selama 30 hari dan terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari.

Di Pulau tersebut Tamim bertemu dengan sosok yang bernama Dajjal dan mempertanyakan perihal danau Tiberias.

“Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.” (Hadist Riwayat Imam Muslim)

2. Terjadi Kekeringan Selama 3 Tahun
Sebelum kemunculan Dajjal, peristiwa alam yang akan terjadi adalah kekeringan panjang. Tiga tahun sebelum kemunculannya, Allah SWT akan menahan air dari langit-Nya. Kondisi ini terjadi secara bertahap. Dimana pada tahun pertama, Allah menahan sepertiga dari air hujannya, pada tahun kedua, langit akan menahan dua pertiga dari air hujannya, dan tahun ketiga, langit akan menahan air hujan semuanya. Tidak terbayangkan kondisi pada saat itu, mengingat air merupakan sumber kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "3 tahun sebelum keluarnya Ad-Dajjal, langit akan menahan sepertiga dari air hujannya, dan bumi menahan sepertiga dari tumbuh-tumbuhannya. Pada tahun yang kedua, langit akan menahan dua pertiga dari air hujannya dan bumi akan menahan dua pertiga dari tumbuh-tumbuhannya. Pada tahun yang ketiga langit akan menahan air hujan semuanya dan bumi juga akan menahan tumbuh-tumbuhan semuanya.” (HR Ahmad dengan sanad laa ba’sa bihi)

Tahap-tahap yang terjadi ini memperlihatkan bagaimana skema perubahan iklim yang terjadi di bumi. Namun, jika manusia biasa menyebutnya perubahan iklim, maka sebenarnya itu adalah kuasa Allah SWT yang menahan rezeki berupa air.

3. Terjadi Kelaparan Panjang
Bisa anda bayangkan apa yang terjadi setelah kekeringan. Pastinya, manusia akan mengalami kelaparan hebat. Pasalnya, tanpa air, tumbuhan dan ternak tidak dapat bertahan hidup. Apalagi, sudah dijelaskan dalam hadist di atas bahwa Allah memerintahkan bumi untuk menahan tumbuh-tumbuhan untuk tumbuh di atasnya.

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya. Dan di tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku.” (“Kisah Dajjal”- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani; Pustaka Imam Asy-Syafi’i; hlm. 92).

Makna dari binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan berkuku adalah hewan yang dapat memberi protein bagi manusia. Hewan-hewan seperti kambing, domba, sapi kerbau dan Unta akan binasa karena mereka juga tidak memiliki makanan untuk bertahan hidup.

Bagaimana dengan makanan kaum mukmin? Allah SWT akan mencukupkan perut mereka dengan makanan layaknya makanan penghuni langit (Malaikat).

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya
“Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah, dan itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis.” (HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir).


Tempat Munculnya Dajjal. Dimana Tempat Keluarnya Dajjal


Kapankah keluarnya Dajjal dan berapa lama ia berada di muka bumi. Perlu kita ketahui karena termasuk keimanan kepada yang ghoib dan masuk pula dalam keimanan kepada hari akhir. Semoga dengan mengetahui ini semakin membuat kita bersiap diri menghadapi hari akhir yang pasti kita jumpai. Modal utama untuk menghadapi hari tersebut adalah iman dan taqwa.

Dimana Tempat Keluarnya Dajjal ?

Dajjal akan muncul dari arah timur dari negeri Persia, disebut Khurasan. Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ يَتْبَعُهُ أَقْوَامٌ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ

“Dajjal itu keluar dari bumi sebelah timur yang disebut Khurasan. Dajjal akan diikuti oleh kaum yang wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit”.

Namun kemunculan Dajjal baru terlihat jelas ketika ia sampai di suatu tempat antara Irak dan Syam. Dalam hadits An Nawas bin Sam’an yang marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- disebutkan,

إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا

“Dajjal itu keluar di antara Syam dan Irak. Dia lantas merusak kanan dan kiri. Wahai para hamba Allah, tetap teguhlah”.

Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan 70.000 orang Yahudi akan menjadi pengikutnya. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفاً مِنَ الْيَهُودِ عَلَيْهِمُ التِّيجَانُ

“Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan 70.000 orang Yahudi yang memakai mahkota akan jadi pengikutnya.”

Ibnu Katsir berkata bahwa munculnya Dajjal adalah dari Ashbahan dari daerah yang disebut Yahudiyah.

Dajjal Tidak Akan Masuk Makkah dan Madinah.

Dajjal akan muncul dari Ashbahan dan akan menelusuri muka bumi. Tidak ada satu negeri pun melainkan Dajjal akan mampir di tempat tersebut. Yang dikecualikan di sini adalah Makkah dan Madinah karena malaikat akan menjaga dua kota tersebut. Dajjal tidak akan memasuki kedunya hingga akhir zaman. Dalam hadits Fathimah bin Qois radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan,

فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِى الأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ هَبَطْتُهَا فِى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَىَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِى مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِى عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً يَحْرُسُونَهَا

“Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Madinah. Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.”

Dajjal Tidak Akan Memasuki Empat Masjid

Dalam hadits disebutkan tentang Dajjal,

لاَ يَأْتِى أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ والْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَالطُّورَ

“Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al Aqsho’, dan masjid Ath Thur.”

Berapa Lama Dajjal di Muka Bumi?
Para sahabat menanyakan pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai berapa lama Dajjal berada di muka bumi. Mereka berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِى الأَرْضِ قَالَ « أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِى كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ « لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ

“Wahai Rasulullah, berapa lama Dajjal berada di muka bumi?” Beliau bersabda, “Selama empat puluh hari, di mana satu harinya seperti setahun, satu harinya lagi seperti sebulan, satu harinya lagi seperti satu Jum’at (maksudnya: satu minggu), satu hari lagi seperti hari-hari yang kalian rasakan.” Mereka pun bertanya kembali pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, jika satu hari bisa sama seperti setahun, apakah kami cukup shalat satu hari saja?” “Tidak. Namun kalian harus mengira-ngira (waktunya)”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jawaban Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap pertanyaan sahabat menunjukkan bahwa ketika Dajjal muncul hari akan terasa begitu panjang, sampai terasa setahun atau sebulan atau seminggu. Dan ini bukanlah majaz, tetapi hakiki.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai memperkirakan waktu shalat di atas : “Jika setelah fajar berlalu waktu yang masanya sama seperti waktu antara shubuh dan zhuhur seperti hari biasa, maka shalatlah zhuhur. Jika berlalu waktu yang masanya seperti antara zhuhur dan ashar, maka shalatlah ashar. Jika berlalu waktu yang masanya seperti antara ashar dan maghrib, maka shalatlah maghrib. Demikian yang dilakukan untuk shalat ‘isya dan shubuh, kemudian zhuhur, ‘ashar dan maghrib diperlakukan demikian sampai berlalu waktu yang terasa setahun (sebulan atau seminggu tadi).”

Semoga informasi ini menjadi pegetahuan baru sekaligus menjadi Motivasi diri para pembaca agar meningkatkan ke taqwaan dan keimanan kita kepada Allah Subhanu Wata'ala.
Berkomentarlah dibawah jika ada pertanyaan mengenai akhir zaman.

santripiss 


Manusia Penghuni Langit Di Zaman Rosulullah

http://santripiss.blogspot.com/2017/04/manusia-penghuni-langit-di-zaman.html

Siapakah Sebenarnya Sosok Manusia Penghuni Langit Ini? Jika Memang Ada Lalu siapa?
Mari kita simak Adanya Manusia Yang Menghuni Langit.

Rasulullah saw pernah mengisyaratkan, tentang kewujudan sesosok manusia "Penghuni Langit", yang bernama Uways (Uwais) Al Qorni.

Rasulullah SAW bersabda: "Kalau kamu ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, dia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya." Sesudah itu beliau, memandang kepada Ali bin Abi Talib ra dan Umar bin Khattab r.a. lalu bersabda: "Suatu ketika apabila kamu bertemu dengan dia mintalah do'a dan istighfarnya, kerana dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi"

Uwais adalah seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, dengan kulitnya kemerah-merahan. Pemuda dari Yaman ini tidak punyai keluarga kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan menderita lumpuh. Untuk mencukupi kehidupannya seharian, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing.

Majoriti Ulama berpendapat, istilah "Penghuni Langit" yang disandang oleh Uwais, kerana baktinya yang sangat luar biasa kepada ibunya.

Misteri Uwais, manusia langit dari Yaman

Suatu ketika, Uwais al-Qarni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah dan akhirnya bertemu dengan Umar ra dan Ali bin Abi Talib. Ketika itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan wang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya.

Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata: "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi ".

Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah meninggal dunia. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba banyak orang tidak kenal yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya.

Demikian pula ketika masyarakat pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebut untuk mengusungnya.

Dan Abdullah bin Salamah menjelaskan, "ketika itu aku ikut mengurus jenazahnya hingga aku pulang dari membawa jenazahnya. Lalu aku bermaksud kembali ke tempat penguburannya untuk memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tidak kelihatan lagi adanya bekas kuburannya ". (Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang dalam satu pasukan, bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan Umar Ibnu Khattab ra).

Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tidak dikenali datang untuk mengurus jenazah dan mengebumikannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang.

Dari cerita di atas kita bisa belajar tentang bagaimana allah memandang seseorang tidak dari Kepopuleran seseorang, Hartanya, Jabatannya Melaikan Allah memandang seseorang dengan Nilai Kualitas Ibadahnya.

Wali Allah Itu Ada 2 type: 

1. Wali yang Masyhur (Di Kenal) Itupun bukan dikenal dari segi popularitas Tapi dari Ilmu yang Wali masyhur miliki
2. Wali yang Mastur (Tidak Dikenal) type ini biasanya sampai akhir hayatnya tidak akan ada yang bisa mengenali beliau Kecuali Wali allah lagi yang mengetahui Wali Mastur ini. bisa jadi muncul ke anehan di makam beliau Seperti Banyak yang ber jiarah ke makam beliau atau sesuatu keanehan lain. wallahua'lam

Demikian Posting Tentang Manusia Penghuni Langit. Baca Juga Bermata Tapi Tak Melihat - Apa itu ?
Share Jika posting ini cukup bermanfaat untuk di bagikan, Share melalui Tombol samping atau di bawah ini

Santripiss

Pedihnya Sakaratul Maut Dan Bagaimana Rasanya


Bagaimana Rasanya Sakaratul Maut ?
Pernahkah Anda Bayangkan Sebelumnya? Dan Yang pasti saya dan para pembaca sekalian akan mengalaminya, Dan Yang Pasti Semua Yang Hidup Pasti Akan Mati.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya, pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (Ali Imron: 185)

Kisah Nabi Idris Merasakan Sakaratul Maut

Nabi Idris Alaihisallam didatangi oleh malaikat Izroil. Kedatangannya bukan untuk mencabut nyawa, melaikan untuk berkunjung. Dalam kesempatan itu, Nabi Idris meminta tolong kepada Izroil. Nabi Idris Berkata “Cabutlah nyawaku wahai izroil", kemudian Allah menghidupkan aku kembali, sehingga aku dapat Beribadah lebih giat lagi kepada Allah setelah merasakan betapa perihnya sakaratul maut itu”

Lalu atas izin Allah, Izroil mencabut nyawa Nabi Idris Alaihisallam. Melihatnya, Izroil menangis seraya memohon kepada Allah untuk menghidupkannya kembali. Atas kuasa-Nya, Nabi Idris pun hidup Kembali. Lalu setelahnya, Izroil bertanya kepada Nabi Idris perihkah Sakaratul Maut itu?

Nabi Idris Alaihisallam menjawab, “Sesungguhnya, rasa sakaratul maut itu ku umpamakan seperti binatang hidup yang dikelupas kulitnya (dikuliti hidup-hidup) dan rasanya bahkan seribu kali lebih sakit!”
Izroil membalasnya, “Sesungguhnya, aku mencabut nyawamu secara halus dan hati-hati dan sungguh, hal itu tak pernah kulakukan sebelumnya.”

Detik-detik Nabi Muhammad S.A.W Wafat

Dengan suara Terbata-bata, Pagi itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam berkhutbah, "Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalamcinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaiut Al-Qur'an dan Sunnah ku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenangmenatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu denganberkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin 'Affanmenghela nafas panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.

"Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkankita semua." Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Muliasejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itutampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yangbegitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.

Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salammasih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam tengahterbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alastidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.

"Assalamu'alaikum. Bolehkah saya masuk?" tanyanya.
Siti Fatimah Tdak mengijinkan ia masuk.
"Wa'alaikumsalam. Maaf Ayahandaku lagi demam."
Ia kembali menemani Ayahandanya Baginda Nabi yang ternyata sudah membuka mata Lalu bertanya :
"Siapakah dia wahai anakku?"
"Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya."tutur Fatimah dengan lembut.
Lalu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.
"Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut."Kata Rasulullah.
Seketika Fatimah berusaha menahan tangisnya.
Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini.
"Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah."Tanya Rasulullah Kepada Jibril dengan suara yang teramat lemah dan lirih.
"Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu.Semua Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." jawab Malaikat Jibril.

Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?" tanya MalaikatJibril.
"Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" lanjut Rasulullah.
"Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, "Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." jawab Malaikat Jibril.
Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Malaikat Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan Ruh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam ditariknya.Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini." Rasulullah mengaduh lirih.
Fatimah tak kuasa menatap Ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam.

Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibril pun memalingkan muka.
"Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Yaa Jibril?" tanya Rasulullah Pada Malaikat Jibril sang Penyampai Wahyu itu.
"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?"kata Malaikat Jibril.

Kasih Sayang Kepada Umatnya Tiada Duanya
Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang taktertahankan. "Ya Allah, dahsyat Sekali sakitnya maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan engkau timpakan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam.

"Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum."
"Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemahdiantara kamu."
Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinganya di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.

"Ummatii... Ummatii.... Ummatii."
Bagaimana Nasib Umatku.... Umatku.... Umatku.
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un.

Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya Tidak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya. Di saat ajal pun Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.

Berbahagialah Kita yang hidup di akhir zaman ini adalah umat beliau, Dan Nabi Isa Alaihissalam pun berdo'a Kepada Allah Agar menjadi Umat nabi muhammad S.A.W. Allah pun mengabulkan permiuntaan nabi isya tersebut. sehingga nabi isya mendapat tugas dari allah turun ke muka bumi di akhir Zaman Untuk Membunuh Dazzal Laknatullah. Sekaligus Terkabulnya Do'a Yang ia panjatkan Untuk Menjadi Umat Nabi kita Muhammad S.A.W .

Demikian Posting Kali ini Semoga menjadi motivasi dan Membangun Kembali Semangat Beribadah.
Silahkan Share Jika Posting ini bermanfaat untuk disebar :)

Baca Juga  6 DOSA YANG TIDAK DI AMPUNI

santripiss

Bermata Tapi Tak Melihat - Apa itu ?


http://santripiss.blogspot.com/2017/04/bermata-tapi-tak-melihat-apa-itu.html

إِن الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِل لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلا الله وَأَشْهَدُ أَن مُحَمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُم صَل وَسَلمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Bermata Tapi Tak Melihat - Apa itu ? Simak dibawah ini.

Banyak orang yang mempelajari Al-Qur’an, tetapi hanya sedikit sekali yang mampu menjadikannya sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupannya. Fakta ini tentunya menggugah hati kita untuk bertanya, kenapa terjadi hal demikian itu.

Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita ambil kesimpulan bahwa salah satu sebab dominan mengapa orang tidak dapat memanfaatkan Al’Qur’an adalah karena orang itu tidak dapat memasukan ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam hati sanubarinya. Ia hanya mampu memahami Al-Qur’an dengan otaknya, tetapi ia tidak mampu membuat Al-Qur’an menembus ke dalam jiwanya.

Oleh karena itulah tidak heran bila kita masih sering mendengar seseorang ulama (ustadz) yang berlaku zalim atau melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Demikian juga sering kali kita melihat orang yang hidupnya kacau, padahal ia tidak anti agama bahkan rajin mengikuti pengajian dan kegiatan-kegiatan agama. Astaghfirullah.

Marilah kita mencoba mencari tahu mengapa orang dapat memahami Al-Qur’an, tetapi tidak mampu membuat Al-Qur’an itu menembus masuk ke dalam hati sanubarinya.

Allah Subhana Wa Ta'ala telah berfirman dalam Al Qur'an :

Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.
(Quran Surat Al-Isra ayat 9)

Kitab (al-Qur’an ) ini tidak ada keraguan: petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
(Quran Surat Al-Baqarah ayat 2)

Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
(Quran Surat Al-Jaatsiyah ayat 20)

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah Subhana wata'ala, niscaya dia akan memberi kepadamu penglihatan.
(Quran Surat Al-Anfal ayat 29)

Dari ayat-ayat Allah diatas, jelas sekali dikatakan bahwa Al-Qur’an itu hanya bermanfaat bagi orang yang bertaqwa. Artinya hanya orang yang bertaqwa sajalah yang dapat menjadikan Al-Qur’an itu sebagai pedoman hidup yang bermanfaat dalam mencapai kebahagiaan.
Keadaan ini dapat diibaratkan dengan cahaya. Tentunya tidak ada yang dapat membantah bahwa cahaya itu sangat diperlukan oleh manusia.

Hanya orang yang melihat saja yang dapat memanfaatkan cahaya. Sedangkan bagi orang buta ia hanya tau bahwa cahaya itu membuat sesuatu menjadi indah, tetapi ia sendiri tidak dapat memanfaatkan cahaya itu dalam kehidupannya.

Dengan demikian menjadi jelas bagi kita, bila kita sering melanggar aturan main-Nya ( sebagai lawannya sikap bertaqwa ) maka kita tidak akan mungkin dapat mengambil manfaat dari Al-Qur’an secara optimal, kita hanya dapat memahami Al-Quran tetapi tidak bisa menancapkannya dalam hati sanubari menjadi keyakinan yang haqqul yaqin. keadaan ini ibarat kata pepatah ”bermata tetapi tak melihat“. Inilah sebenarnya bahaya terbesar dari sikap yang melanggar aturan - Nya !

Apa yang telah mereka kerjakan itu menjadi karat bagi hati mereka.
(Quran Surat Al-Muthaffifiin ayat 14)

Hati manusia pertama kali adalah seperti cermin, bersih dan cemerlang. Ketika ia berbuat dosa, satu bintik hitam muncul, dan semakin banyak bintik hitam, sampai seluruh hati menjadi hitam, dan tak ada satu pagi atau satu malam pun yang berlalu tanpa dosa terhadap Tuhan.
(Muhammad Sallahu Allaihi Wa Sallam)

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(Quran Surat Asy-Syams ayat 9-10)


Bermata tapi tak melihat

Bertelinga tapi tak mendengar

Bermulut tapi tak menyapa

Berhati tapi tak merasa

Berharta tapi tak sedekah

Berbenda tapi tak berzakat

Berilmu tapi tak beramal

Berjalan tapi tak terarah

Semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian. Amin
Share ke facebook, goole+ atau sosmed lainnya jika posting ini cukup bermanfaat :)
santripiss 

@ Materi thread ini berasal dari Buku Bahan Renungan Kalbu-Penghantar Mencapai Pencerahan Jiwa karya Ir. Permadi Alibasyah.

6 DOSA YANG TIDAK DI AMPUNI



http://santripiss.blogspot.com/2017/04/6-dosa-yang-tidak-di-ampuni.html

 
6 DOSA YANG TIDAK DI AMPUNI WALAUPUN DENGAN TAUBAT

Apakah Anda Pernah Berbuat Dosa ? Ya, Semua orang di dunia ini tidak luput dengan dosa, 
Entah Dosa kecil, dosa besar. yang namanya dosa ya dosa, namun kita bisa untuk bertaubat dan meminta ampun kepada allah subhanahu wata'ala, walaupun kita tidak tahu dosa kita di ampuni atau tidak kita harus yakin karena allah maha pengampun.


Allah SWT Maha Pengampun dan senantiasa menanti kedatangan hamba-Nya yang akan bertaubat. Namun demikian, tidak selamanya pintu taubat terbuka bagi mereka yang terlanjur melakukan dosa diantara 6 dosa yang tidak diampuni. Sebelum hal itu terlanjur terjadi sebaiknya kita mengetahuinya dan menjaga agar kita tidak melakukannya.

Lalu Dosa apa saja yang tidak bisa diampuni ? Simak Dibawah ini.
 
1- Makan harta anak yatim.
Untuk menghapuskan dosa tersebut pemakan harta anak yatim harus membayar kembali harta yang telah digunakan serta memohon maaf kepada anak yatim tersebut . Jika anak yatim tersebut telah memaafkan perbuatannya, barulah boleh bertaubat kepada Allah SWT.

2- Menuduh wanita solehah berzina.
Orang yang menuduh wanita solehah berzina hendaklah memohon maaf kepada wanita tersebut, jika wanita solehah tersebut memaafkan, maka terhapuslah dosa tersebut dan bolehlah penuduh bertaubat kepada Allah SWT.

3- Lari dari medan Jihad yang memperjuangkan kalimah Allah SWT.
Mereka yang lari dari medan jihad adalah mereka yang dayus dan tidak layak memasuki Syurga. Seperti yang pernah ditulis dalam sejarah Islam, hukuman mereka yang lari dari medan Jihad, sehingga Rasulullah SAW terpaksa menunggu Arahan Allah SWT untuk memaafkan kesalahan tersebut.

4- Melakukan sihir.
Mereka belajar sihir dan atau pengamal sihir adalah mereka yang Syirik kepada Allah SWT, memang tidak layak bertaubat kepada Allah SWT melainkan mengucap kembali kalimah Syahadah dan mesti menyerah kepada kerajaan Islam untuk melaksanakan hukuman yang sewajarnya.

5- Menyamakan kedudukan Allah SWT dengan makhluk ciptaanNya.
Dosa syirik atau menyamakan Allah SWT dengan makhluk samada melalui niat,percakapan dan perbuatan yang disedari atau tidak disedari maka dosa ini tidak boleh bertaubat kecuali dengan mengucap kembali kedua Kalimah Syahadah dan pemerintah Islam mesti melaksanakan hukuman hudud barulah Allah SWT rela menerima kembali amal ibadat seseorang hamba yang telah menduakan Allah SWT atau menyamakan Allah SWT atau menyenkutukan Allah SWT.

6- Membunuh Para Nabi.
Mereka yang membunuh Para Nabi hendaklah dihukum bunuh dan terserah kepada Allah SWT untuk mengazab mereka. Rasulullah SAW pernah mengutuskan utusan untuk membuuh mereka yang menghina atau mengejek Allah SWT dan Rasulullah SAW semasa penubuhan Negara Islam Madinah.



Semoga dengan Posting yang singkat ini kita dapat menjauhkan diri dari hal-hal di atas,

Dan Perbanyaklah membaca Istighfar, Baca juga KEAJAIBAN ISTIGHFAR
Kritik Saya bila terjadi kesalahan, Karena..."Semua Kebenaran Hanya Milik Allah"

Share Jika Posting Di atas bermanfaat :)
Santripiss 

Keajaiban Istighfar - Astaghfirullah (Mencari Pengampunan Dari Allah)


Dikisahkan bahwa, sekali waktu Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah bepergian untuk suatu keperluan sampai kemalaman di sebuah kampung.
Karena tidak ingin merepotkan siapapun, beliaupun mampir ke sebuah masjid kecil untuk shalat sekaligus berniat bermalam disana.
Seusai shalat dan ketika hendak merebahkan tubuh tua beliau di masjid kecil tersebut guna melepaskan sedikit kepenatan malam itu, tiba-tiba sang penjaga masjid datang dan melarang beliau tidur di dalamnya.

Sang penjaga tidak mengetahui bahwa, yang dihadapainya adalah seorang ulama besar. Sementara Imam Ahmad juga tidak ingin memperkenalkan diri kepadanya. Beliau langsung keluar dan berpindah ke teras masjid dengan niat beristirahat disana. Namun sang penjaga tetap saja mengusir beliau secara kasar dan bahkan sampai menarik beliau ke jalanan.

Tapi taqdir Allah, tepat saat Imam Ahmad sedang kebingungan di jalan itu, melintaslah seseorang yang ternyata berprofesi sebagai pembuat dan penjual roti. Akhirnya dia menawari dan mengajak beliau untuk menginap di tempatnya, juga tanpa tahu bahwa, tamunya ini adalah Imam Ahmad bin Hambal.
Ketika sampai di rumahnya, sang lelaki baik hati itupun segera mempersiapkan tempat bermalam untuk Imam Ahmad dan mempersilahkan beliau agar langsung istirahat.
Sedangkan dia sendiri justru mulai bekerja dengan menyiapkan bahan-bahan pembuatan roti yang akan dijualnya esok hari.

Ternyata Imam Ahmad tidak langsung tidur, melainkan malah memperhatikan segala gerak gerik sang pembuat roti yang menjamu beliau. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad merasa penasaran lalu bertanya: Sejak kapan kamu selalu beristighfar tanpa henti seperti ini? Ia menjawab: Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi. Sang Imam melanjutkan pertanyaan beliau: Lalu apakah kamu bisa merasakan adanya hasil dan manfaat tertentu dari kebiasaan istighfarmu ini? Ya, tentu saja, jawab sang tukang roti dengan cepat dan penuh keyakinan. Apa itu, kalau boleh tahu?, tanya Imam Ahmad lagi.

Iapun menjelaskan seraya bertutur: Sejak merutinkan bacaan doa istighfar ini, saya merasa tidak ada satu doapun yang saya panjatkan untuk kebutuhan saya selama ini, melainkan selalu Allah kabulkan, kecuali satu doa saja yang masih belum terijabahi sampai detik ini?
Sang Imam semakin penasaran dan bertanya: Apa gerangan doa yang satu itu?

Si lelaki saleh inipun melanjutkan jawabannya dan berkata: Ya, sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hambal!

Mendengar jawaban dan penjelasan terakhir ini, Imam Ahmad terhenyak dan langsung bangkit serta bertakbir: Allahu Akbar! Ketahuilah wahai Saudaraku bahwa, Allah telah mengabulkan doamu!
Disini gantian Pak pembuat roti yang kaget dan penasaran: Apa kata Bapak? Doaku telah dikabulkan? Bagaimana caranya? Dimana saya bisa menemui Sang Imam panutan saya itu?

Selanjutnya Imam Ahmad menjawab dengan tenang: Ya. Benar, Allah telah mengijabahi doamu. Ternyata semua yang aku alami hari ini, mulai dari kemalaman di kampungmu ini, diusir sang penjaga masjid, bertemu dengan kamu di jalanan, sampai menginap di rumahmu sekarang ini, rupanya itu semua hanya merupakan cara Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang saleh.

Ya, orang yang sangat ingin kamu temui selama ini telah ada di rumahmu, dan bahkan di depanmu sekarang. Ketahuilah wahai lelaki saleh, aku adalah Ahmad bin Hambal…!
Dan tentu setiap kita sudah bisa membayangkan, apa yang mungkin terjadi dan dilakukan oleh sang tukang roti saleh tersebut setelah itu…!
Rahimahumallahu rahmatan wasi’ah…!
Semoga Allah merahmati keduanya dengan rahmat yang seluas-luasnya…!.


Masih Tentang Istighfar Dari Imam Ibnul Qayyim 
                                                                            ↓↓↓

Aku sering menyaksikan Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah) - semoga Allah mensucikan ruhnya -, ketika menghadapi masalah-masalah yang berat dan sulit, beliau selalu cepat-cepat bertobat kepada Allah, memperbanyak istighfar, beristighatsah kepada Allah, bersandar kepada-Nya, mengharap turunnya kebenaran dari-Nya, dan memohon dibukakannya simpanan-simpanan rahmat-Nya. Dan biasanya tidak lama setelah itu, bantuan ilahi pun segera turun secara beruntun, dan beragam kemudahan Allah datang menhampiri beliau, Sehingga beliau tinggal memilih dan memulai dari yang mana saja.
Sementara itu Imam Ibnu Taimiyah sendiri berkata: Saat ada masalah yang amat pelik dan rumit, yang sampai membuatku merasa "buntu" dan seakan terkunci pemecahannya bagiku, maka akupun langsung beristighfar kepada Allah sebanyak 1000 kali atau lebih atau kurang, sampai Allah membukakan dan memecahkannya untukku.

Itulah Tentang keajaiban orang yang membaca Istighfar, Semoga Allah Meberi para pembaca blog ini Kenyamanan dan Di terangkan hatinya sehingga mau untuk beribadah lebih giat lagi agar mendapat ridho dari nya.

Jika Artikel ini dirasa bermanfaat silahkan share melalui tombol di bawah atau di samping, 
Silahkan Komentar dibawah untuk mempererat tali silaturrahim. Karena setiap muslim itu bersaudara :)

Cerita di atas bersumber dari member kaskus | @ILuvAllah


KISAH KEAJAIBAN ZIKIR HASBUNALLAH WA NI'MAL WAKIL

KISAH KEAJAIBAN ZIKIR HASBUNALLAH WA NI'MAL WAKIL

http://santripiss.blogspot.com/2017/04/kisah-keajaiban-zikir-hasbunallah-wa.html

Mereka juga ialah yang diberitahu oleh orang-orang (pembawa berita) kepada mereka: "Bahwa kaum (kafir musyrik) telah mengumpulkan tentera untuk memerangi kamu, oleh itu hendaklah kamu gerun kepadanya". Maka berita itu makin menambahkan iman mereka lalu berkata: "Cukuplah Allah untuk (menolong) kami, dan Ia sebaik-baik pengurus (yang terserah kepadaNya segala urusan kami)". ( A-li'Imraan 3:173 )

1. Diriwayatkan bahawa ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tunku api, Jibril bertanya kepada baginda " Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?" Nabi Ibrahim lantas menjawab “Aku tidak memerlukan apa - apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah”.

Hasbunallah wa ni’mal wakil itulah kalimat yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim AS ketika akan dilempar ke kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Allah menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya dengan Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wa ni’mal wakil” Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.

2. Nabi Muhammad s.a.w juga diriwayatkan menyebut kalimah Hasbunallah wa ni’mal wakil ketika di dalam perang Badar, sehingga Allah memberikan kememangan kepada baginda.

3. Pernah ada suatu cerita tentang seorang pedagang yang hendak meminjam wang untuk modal usaha kepada seorang mukmin. Sang mukmin bertanya kepada sang pedagang “apa jaminan darimu, agar dapat membayar pinjamanmu?” sang pedagang menjawab “Allah SWT”, maka sang mukmin berkata” jika itu yang jadi jaminanmu, maka aku percaya”. Lalu bersepakatlah jadual pelunasan hutang.

Si pedagang pun menggunakan uang itu untuk berdagang. Ketika menjelang tempoh pembayaran hutang, si pedagang dengan membawa hasil keuntungan dagangannya pergi untuk melunasi hutangnya kepada sang mukmin. Akan tetapi setiba di seberang lautan tak ada satupun perahu yang dapat membawa dia ke tempat tujuan. Dia khawatir akan lewat jatuh tempoh kesepakatan yang telah dibuat dengan si mukmin. Lalu dia mengambil sebuah kayu dan melubangi kayu itu, lalu ia masukkan uang dan sebuah surat kedalam ke kayu. Sang pedagang kemudian menaruh kayu itu ke laut, dan berdoa kepada Allah semoga uang dapat sampai ke tangan si mukmin.

Keesokan harinya, akhirnya sang pedagang dapat menyebrang dengan membawa uang penganti yang lain, kemudian datang menyerahkan kepada si mukmin. Sang mukmin menjawab dengan tersenyum “uang pinjamanmu sudah ku terima kemarin”"ketika aku sedang menunggumu. Aku menemukan sebuah kayu lalu kubawa pulang untuk kujadikan kayu bakar, pada saat aku membelahnya ada uang beserta surat darimu”sang pedagangpun tersenyum dan bersyukur kepada Allah.

4. Berkaitan dengan doa kepasarahan di atas, pada tahun 2007, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia di Hong Kong didakwa membunuh bayi majikan. Pekerja asal Malang itu mengaku saat itu sangat lelah setelah kerja beberapa hari tanpa istirahat yang cukup.

Tiba-tiba saja bayi dalam gendongannya jatuh dan mati dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia ditangkap polisi dan dimasukkan dalam tahanan dengan dakwaan pembunuhan sambil menunggu proses pengadilan.
Dalam pengadilan yang berlangsung beberapa kali dengan didampingi pembela dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), ia dituntut penjara tujuh tahun. Pada malam menjelang sidang esok harinya, perempuan berusia dua puluhan tahun dan baru masuk Islam itu pamit untuk menjalani hukuman yang sudah pasti dijalani berdasar beberapa pengalaman serupa dalam pengadilan di Hong Kong.

Namun, ia tetap meminta doa selamat. Sekalipun belum bisa membaca dengan lancar, saya tuliskan Hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik).

Saya tambahkan juga doa ni’mal maula wani’man nashir (Tuhan Maha Penolong dan Pemberi kemenangan. QS. Al-Anfal 8:40, al-haj 22:78). Ia baca doa itu sepanjang malam sambil menangis karena teringat orangtuanya di Indonesia yang tidak tahu menahu kejadian itu.

Esok harinya, sebuah keajaiban terjadi. Dalam sidang terakhir itu, ia dibebaskan dari semua tuduhan, tapi dalam waktu 48 jam harus meninggalkan Hong Kong. Pengacaranya terheran-heran karena hampir tidak masuk akal. Jaksa penuntut juga bersungut-sungut dengan keputusan hakim.
Subhanallah, Allahu Akbar.

Kita tidak perlu takut dengan segala tantangan, karena kita telah memiliki kekuatan besar: keimanan, dan senjata ampuh: Hasbunallah wanikmal wakil, ni’mal maula wani’man nashir.
Inilah kehebatan kita sebagai seorang mukmin: tidak cengeng, waswas, gelisah, pesimis menghadapai suatu masalah. Kita baca berulangkali doa itu sambil merenungkan Ke-Mahaperkasaan dan ke Mahakuasaan Allah dalam menolong hamba-Nya.

Kita hadapi semua tantangan dengan penuh iman dan percaya diri, lalu kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Pasrahkan semua masalah Anda kepada Allah sepenuhnya, Allah pasti hadir dan berkata, “Tenanglah, Aku hadir untuk mengambil alih semua masalahmu!.”

Hasbunallah wa ni’mal wakil = Cukuplah Allah bagi kami, dan Ia sebaik-baik pengurus /pelindung bagi kami.

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita dalam kesabaran, dan memberikan kita segala pertolongan 
sehingga setiap persoalan yang kita hadapi selalu mendapatkan naungan dan kemudahan-Nya. Aamiin

Like, Share Silahkan Melalui tombol share :)
Berkomentarlah agar menjalin tali silaturahim dan mempererat persaudaraan